HOME
ABOUT
INFORMASI PPDB
PROFILE
ALUMNI
GALLERY
CAREER
EVENT
ARTICLE
DOWNLOAD

PPDB 2020/2021


DAFTAR UNIT :









Komentar Terbaru :


IP Address : 34.200.218.187
Pengunjung : 325.145


Newsflash :
MEMPERTIMBANGKAN SITUASI PANDEMI COVID-19, PEMBERLAKUAN PSBB DKI JAKARTA, DAN DEMI KELANCARAN OPERASIONAL SEKOLAH MAKA YAYASAN TARAKANITA MEMUTUSKAN MELAKUKAN PENUNDAAN RELOKASI SD TARAKANITA 2 DAN SMP TARAKANITA 1 KE JL. PULO RAYA IV/17, DAN SMK TARAKANITA KE JL. WOLTER MONGINSIDI 118. RELOKASI AKAN DILAKUKAN 1 JANUARI 2021. UNTUK KBM SEMESTER I 2020-2021 AKAN TETAP DILAKSANAKAN DI LOKASI SEKOLAH SAAT INI.             |             BERDASARKAN KEPUTUSAN PENGURUS YAYASAN TARAKANITA No : 128/BP.keb/YT/IV/2020 :             |             1. PEMBELAJARAN JARAK JAUH ( PJJ ) PESERTA DIDIK, DIPERPANJANG SAMPAI DENGAN 30 APRIL 2020. MASUK SEKOLAH KEMBALI TANGGAL 4 MEI 2020, DENGAN CATATAN SITUASI DAN KONDISI SUDAH MEMUNGKINKAN.             |             2. KARYAWAN KANTOR PUSAT, KARYAWAN KANWIL DAN SEKOLAH TARAKANITA TANGERANG, SURABAYA, JAKARTA MELAKUKAN PEKERJAAN DARI RUMAH ( WORK FROM HOME ) SECARA PENUH TANGGAL 15 - 24 APRIL 2020, DAN MASUK KERJA DENGAN SISTEM SHIFTING DIMULAI PADA TANGGAL 27 APRIL 2020. KARYAWAN KANWIL DAN SEKOLAH DI BENGKULU, LAHAT, JAWA TENGAH, DAN YOGYAKARTA MULAI TANGGAL 15 APRIL 2020 MASUK KERJA DENGAN SISTEM SHIFTING ( BERGANTIAN ). TERIMA KASIH             |             BERDASARKAN KEPUTUSAN PENGURUS YAYASAN TARAKANITA NO : 123/BP.skpjj/YT/III/2020 :             |             1. PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PPJ) / DARING UNTUK PESERTA DIDIK DAN WORK FROM HOME PENUH (UNTUK WILAYAH JAKARTA, TANGERANG, YOGYAKARTA, SURABAYA, DAN JAWA TENGAH) MAUPUN SHIFTING ( UNTUK WILAYAH BENGKULU DAN LAHAT) UNTUK KARYAWAN, DIPERPANJANG SAMPAI DENGAN 3 APRIL 2020             |             2. TANGGAL 6 S.D 14 APRIL 2020 LIBUR PASKAH UNTUK SELURUH SISWA DAN KARYAWAN             |             3. TANGGAL 15 APRIL 2020 DIRENCANAKAN MASUK KERJA DAN SEKOLAH SEPERTI BIASA, DENGAN MELIHAT SITUASI DAN KONDISI, YANG AKAN DIPUTUSKAN PENGURUS YAYASAN TARAKANITA KEMUDIAN. TERIMA KASIH             |             * UNTUK SEMENTARA BERLAKU DI TARAKANITA WILAYAH JAKARTA & TANGERANG, UNTUK WILAYAH LAIN BERLAKU SHIFTING / KARYAWAN BERGANTIAN WORK FROM HOME.             |             SEHUBUNGAN DENGAN UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 MAKA OPERASIONAL DI KANTOR PUSAT - KANTOR WILAYAH - SEKOLAH TARAKANITA, DITIADAKAN MULAI TANGGAL 20 MARET S/D 29 MARET 2020. SELANJUTNYA PROSES BELAJAR MENGAJAR DILAKUKAN JARAK JAUH DAN LAYANAN OPERASIONAL DENGAN WORK FROM HOME. TERIMA KASIH

Artikel :



Ada Apa dengan Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia?


Senin; 11 May 2015 [Hilda Novia Christy, TK TARAKANITA MAGELANG] - Artikel Umum

"What's Wrong with The Early Childhood Education in Indonesia?" Begitu judul acara seminar kecil bersama Profesor Sandralyn Byrnes dari Royal Tots Academy yang digelar saat event Giggle Playgroup Day 2011, gelaran Miniapolis & Giggle Management, Jumat, 11 Februari 2011.

Apa yang salah dengan pendidikan anak usia dini di Indonesia? Saat ini sudah ada begitu banyak lembaga-lembaga pendidikan anak usia dini yang berdiri di Indonesia, khususnya di kota-kota besar. Mulai dari yang bersertifikasi internasional, berlatar agama, hingga lainnya. Begitu banyaknya penawaran dan embel-embel tersebut, tak heran orangtua kebingungan harus memilih yang mana yang tepat untuk anak.

Selama 7 tahun meriset dan mencari tahu mengenai proses pendidikan anak usia dini di Indonesia, Byrnes menemukan beberapa hal yang mengganjal. "Pertama, pendidikan anak usia dini tidak memiliki kurikulum yang universal," ungkap Byrnes yang merupakan kepala sekolah Royal Tots Academy, Kuningan, Jakarta. Tidak adanya standar universal membuat begitu banyak sekolah untuk anak usia dini yang bermunculan. "Belum ada yang membuat batasan, di usia anak sekian, ia harus sudah bisa melakukan apa saja. Jadi, beda sekolah, beda standar. Padahal tak sedikit yang menggunakan embel-embel 'internasional'. Embel-embel tersebut ternyata tidak menjadi jaminan kualitasnya," papar Byrnes yang diberi gelar sebagai Australia's & International Teacher of the Year.

"Namun, pada umumnya, kita semua tahu bahwa pendidikan anak usia dini itu penting, karena di usia inilah anak membentuk pendidikan yang paling bagus. Di usia inilah anak-anak harus membentuk kesiapan dirinya menghadapi masa sekolah dan masa depan. Investasi terbaik yang bisa Anda berikan untuk anak-anak adalah persiapan pendidikan mereka di usia dini," terang Byrnes yang berasal dari Australia ini.

Lebih lanjut, Byrnes mengungkapkan salah satu hal yang membuatnya kecewa adalah sering terjadi power struggle (tarik-ulur kekuatan) antara anak dengan gurunya. Ini bisa menjadi indikasi bahwa kurikulum atau cara guru mengajar membuat anak tidak merasa kerasan. Seharusnya sumber daya pengajar memiliki pengetahuan bagaimana cara menghadapi anak-anak, karena setiap anak berbeda.

Menurut Byrnes, beberapa lembaga pendidikan usia dini yang ia datangi di Indonesia tidak konsisten. Bahkan, beberapa sekolah anak usia dini yang ia temui memperbolehkan pengasuhnya ikut ke dalam kelas. "Buat saya, pengasuh mengambil alih otoritas orangtua. Saya tidak menyarankan pengasuh ke dalam ruang kelas. Ada alasannya. Anak-anak harus belajar mandiri. Saya pernah melihat dalam kelas ada seorang anak yang selalu dipangku pengasuhnya. Begitu guru mengajaknya belajar, ia malah memeluk pengasuh dan menolak diajak guru. Artinya, mereka tidak berani melakukan sesuatu. Anak-anak usia dini seharusnya pengambil risiko," terang Byrnes.

Byrnes mengungkap kembali bahwa saat ini pendidikan anak usia dini di Indonesia belum merata, bahkan sertifikasinya pun tidak menjadi jaminan. "Jika Anda mau pendidikan yang terbaik untuk anak-anak, maka pencarian sekolah pendidikan anak usia dini menjadi pekerjaan rumah terpenting para orangtua. Cari dengan hati-hati, jangan tergesa-gesa," sarannya.

Perlu diketahui lagi, ungkap Byrnes, pendidikan anak usia dini di Indonesia tidak sama, karena tidak disubsidi pemerintah seperti kebanyakan negara lain. "Karena itu, lihatlah uang sekolah untuk anak di usia dini sebagai investasi. Ketahuilah bahwa proses pendidikan anak tidak dimulai dari sekolah dasar, tetapi dari 18 bulan," ungkap Byrnes.

Yang jadi masalah di lembaga pendidikan anak usia dini di Indonesia, tegas Byrnes, adalah kurangnya pelatihan guru-guru agar terus menjadi lebih baik, tak adanya kerjasama antara sekolah dengan orangtua, dan kurang kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan anak usia dini lainnya.


Sumber : http://paud.kemdikbud.go.id/






Komentar - komentar untuk artikel ini :
Belum ada komentar pada artikel ini..


Silahkan isi komentar pada form di bawah ini.
Nama :
Alamat Email :
Komentar :

Tuliskan Kode berikut :



Artikel Lainnya :